Kamis, 11 April 2013

sejarah singkat AMD

AMD (Advanced Micro Devices) berdiri tanggal 1 Mei 1969. AMD didirikan oleh Jerry Sanders dan tujuh kawannya. Pada awalnya AMD adalah perusahaan Chip Logika, kemudian pada tahun 1975 memulai bisnis RAM. Pada tahun yang sama, AMD mengembangkan tiruan dari Intel 8080. Selama waktu itu, AMD juga mendesain dan memroduksi seri-seri dari unsur-unsur bagian prosesor(Am2900, Am29116, Am293xx) yang sering dipakai dalam minicomputer.\
Meskipun kiprahnya dalam dunia mobile processor masih dapat dibilang baru dibandingkan Intel, sepak terjang AMD memiliki beberapa cerita unik yang patut dituturkan.
Berawal di tahun 1999 dengan hadirnya prosesor Athlon, AMD berhasil merebut perhatian peminat dan pengguna IT dunia karena berhasil mengalahkan kinerja prosesor tawaran Intel. Padahal dulu prosesor Intel merupakan prosesor kelas konsumen dengan kinerja tertinggi.
Prosesor Athlon merupakan sebuah prosesor yang dibuat ulang tanpa menggunakan teknologi dari generasi pendahulunya, yaitu K6. Secara teknis, AMD meningkatkan Floating Point Unit (FPU) pada prosesor ini secara signifikan dan menyertakan L1 Cache sebesar 128 KB (64 + 64 KB). Tidak berhenti pada penyertaan L1 Cache saja, pada awalnya prosesor Athlon memiliki subset Cache eksternal sebesar 512 KB yang diletakkan di sisi prosesor utama pada model Slot-A. Namun sayangnya, Cache tersebut tidak berjalan pada kecepatan penuh. Harga memori RAM yang tinggi menyebabkan Cache eksternal prosesor tersebut hanya dapat berjalan maksimum hingga 1/3 kecepatan inti prosesor.
Tak puas dengan seri awal Athlon-nya, pada tahun berikutnya, AMD meluncurkan adik dari Athlon model Slot-A. Athlon versi kedua ini diberi code name Thunderbird, yang menggunakan format bentuk Pin Grid Array (PGA). Salah satu perubahan pada Thunderbird ini, adalah bentuknya yang lebuh ramping. Dimensinya berkurang 80% dari ukuran awalnya, dan lebih tipis.
Perubahan lain dari pendahulunya, Thunderbird menggunakan Cache internal sebesar 256KB, atau setengah dari pendahulunya yang menggunakan cache internal 512KB. Walaupun Cache internal yang digunakan Thunderbird hanya setengah dari jumlah Cache yang digunakan model Slot-A, pada faktanya Cache Thunderbid lebih bekerja secara optimal dan lebih cepat dari pendahulunya.
Mulai dari titik inilah, Dunia mulai melirik pada AMD Athlon. Permintaan akan prosesor AMD pun membumbung tinggi karena pengguna IT menghendaki sebuah prosesor dengan kinerja tertinggi. Akhirnya, pada awal tahun 2000, produsen motherboard kelas dunia mulai menaruh perhatian pada prosesor tawaran AMD dan menciptakan jajaran motherboard yang diperuntukkan bagi prosesor seri Athlon.
Tak ada gading, yang tak retak. Keluhan utama yang didapat AMD untuk menjadi prosesor nomor satu di dunia adalah keluhan tentang Athlon mengenai suhu prosesornya. waktu itu, prosesor Athlon menemui batas kecepatannya pada 1400 MHz, itupun dengan panas yang cukup berlebih.
Sebagai perusahaan yang penuh inovasi, AMD mengeluarkan Athlon versi ketiga yang diberi nama Athlon XP. Pada model ini AMD menghadirkan dukungan instruksi SSE yang dapat ditemui pada prosesor Intel. Peningkatan signifikan selanjutnya terletak pada peningkatan efisiensi kinerja dibandingkan generasi sebelumnya. Athlon XP memiliki kinerja 10% lebih tinggi dibandingkan dengan generasi sebelumnya pada kecepatan yang sama.
AMD, secara berani, mulai merambah dunia mobile bersenjata Athlon yang baru, yang mengalami pengurangan daya sebesar 20% dari pendahulunya. Prosesor mobile pertama AMD bernama Mobile Athlon 4 yang berarsitektur K7.
Namun hal ini tidak berlangsung lama. Walaupun tak banyak produsen notebook yang melirik, namun kurang dari setahun AMD mengeluarkan adik Mobile Athlon 4, yaitu Mobile Athlon XP, yang tentu saja, secara performa, lebih baik. Secara arsitektural, Mobile Athlon XP tidak terlalu berbeda dengan versi desktop Athlon XP. Namun secara teknis, terdapat beberapa perbedaan yang signifikan. Pertama, Mobile Athlon XP berjalan pada voltase yang lebih rendah. Hal ini mengijinkan penggunaan daya baterai yang lebih rendah. Kedua, Multiplier pada prosesor ini tidak terkunci sehingga kecepatan prosesor dapat diatur tidak hanya dari segi pengaturan Front Side Bus (FSB) saja. Sebenarnya, Mobile Athlon XP adalah Athlon XP yang secara selektif dipilih karena kemampuannya berjalan pada voltase  rendah.  Akibatnya, banyak overclocker yang mencari prosesor Mobile Athlon XP karena memiliki potensi sangat besar untuk ditingkatkan kecepatannya.
Pada akhir 2003, AMD mengeluarkan seri kedelapan Athlon, yaitu Athlon 64. Perkenalan Athlon 64 langsung membuat penikmat dan pemerhati teknologi komputer jatuh cinta pada prosesor tersebut. Salah satu feature utama yang mengontribusikan tingginya kinerja prosesor Athlon 64 adalah penyertaan on-die memory controller. Feature tersebut berarti kecepatan akses memori menjadi tinggi karena berjalan dengan kecepatan yang sama dengan kecepatan prosesor.
Implementasi arsitektur 64-bit pada generasi kedelapan prosesor AMD bukanlah sebuah keputusan yang diambil dalam waktu semalam saja. AMD sudah semenjak tahun 1999 mengumumkan penggunaan arsitektur 64-bit pada semua jajaran prosesor mereka.
Beberapa analis teknologi meramalkan bahwa era prosesor 32-bit akan berakhir dengan revolusi yang penuh darah dan perjuangan. Pernyataan tersebut terucap karena analis memperkirakan akan terjadi migrasi besar-besaran dan peninggalan banyak aplikasi 32-bit untuk berpindah pada aplikasi 64-bit. Masalahnya, sudah banyak uang dan kepentingan yang berputar di sekitar aplikasi 32-bit. Meskipun tercetus ide prosesor dual inti hybrid yang menggunakan satu prosesor 32-bit dan satu prosesor 64-bit, banyak konsumen yang tidak menyetujuinya karena khawatir akan harganya yang mahal.
AMD menghadirkan sebuah solusi teritengrasi yang sangat baik. Dengan skema AMD64, AMD menghadirkan solusi prosesor 64-bit yang memiliki compatibility mode agar dapat menjalankan aplikasi 32-bit maupun 16-bit.
Bila kita mengikuti sejarah AMD secara keseluruhan, perusahaan tersebut dahulunya merupakan sebuah perusahaan me-too yang menggunakan paten prosesor Intel untuk bertahan hidup. Namun untuk ekstensi 64-bit ini, AMD bertekad menjadi yang terunggul. Dan pada tahun 2006, justru Intel yang mengintegrasikan ekstensi 64-bit AMD ke dalam produk mereka dengan istilah EM64T.
Ketika AMD merancang generasi ke-delapan dari prosesor mereka, AMD menaruh perhatian yang cukup besar pada pengembangan prosesor mobile. Tampaknya, AMD cukup serius menantang Intel di setiap segmen pasar prosesor. Pada pertengahan tahun 2005, Turion 64 diluncurkan oleh AMD untuk menghadang laju Intel yang cukup sukses dengan prosesor mobilenya, yaitu Pentium M. Secara teknis, Turion 64 adalah Mobile Athlon 64 yang diganti namanya dengan proses produksi 90 nm. Prosesor ini bekerja dengan mendukung memory controller single channel DDR400.
Kehadiran Turion 64 membuka sebuah peluang pasar baru bagi AMD. Salah satu keunggulan yang dimiliki pada waktu peluncuran pertamanya adalah dukungan ekstensi 64-bit secara default oleh Turion 64. Hal ini memang terkesan sederhana karena pada waktu itu, aplikasi yang menggunakan ekstensi 64-bit masih sedikit. Akan tetapi, bagi mereka yang menginginkan investasi mereka dihargai dengan inovasi, penggunaan Turion 64-bit dapat diartikan bahwa mereka tidak perlu lagi melakukan upgrade notebook ketika aplikasi 64-bit sudah menjadi mainstream.
Pada bulan Mei 2006, AMD mengumumkan peluncuran Turion 64 X2. Generasi penerus Turion 64 tersebut hadir dengan teknologi dua inti dan beberapa peningkatan feature. Tidak hanya sekadar menambahkan inti kedua saja, Turion 64 X2 membawa beberapa perubahan yang cukup signifikan sebagai berikut; penggunaan memori DDR2 berkecepatan 667 MHz, penggunaan interface pin yang baru dengan nama S1, teknologi virtualisasi, dan dukungan manajemen suhu terbaru.
Penggunaan memori DDR2 dengan bandwidth yang lebih besar ini memungkinkan notebook dengan prosesor Turion 64 X2 memiliki kinerja yang lebih tinggi dibandingkan dengan Turion 64. Sementara itu, AMD menjanjikan penggunaan daya yang sama dengan Turion 64 meskipun Turion 64 X2 menggunakan dua inti. Secara teoritis, hal tersebut memang dapat dilaksanakan karena AMD menerapkan beberapa teknologi pengatur suhu yang baru, seperti; Penerapan deeper sleep mode yang mengizinkan Turion 64 X2 menggunakan listrik sesedikit mungkin ketika sedang tidak digunakan. Dengan penggunaan dua inti, Turion 64 X2 dibekali dengan skema pengaturan daya pada tiap-tiap inti. Hal ini tentunya mengizinkan pembagian daya yang lebih tepat untuk tiap-tiap inti sehingga memaksimalkan penggunaan daya.
November tahun 2007, AMD mengeluarkan produk barunya yang bukan adik dari Athlon, yang diberi nama Phenom. AMD Phenom terdiri dari 2 jenis, dual-core dan quad-core. Nama atau kode dari Phenom menggunakan nama-nama bintang–berbeda dari varian AMD yang lain yang berdasar nama-nama kota—antara lain “Kuma”, “Agena”, dan “Toliman”.
Beda antara AMD X4 Quad Core (Phenom Series) dengan Intel Core 2 Quad, adalah Core 2 Quad adalah penggabungan antara dua prosesor dual-core, sedangkan AMD Phenom merupakan prosesor desktop yang pertama kali menggabungkan 4 buah prosesor yang mandiri. Secara teori, hal ini yang membuat AMD Phenom memiliki distribusi yang baik dan menjadikan AMD Phenom lebih unggul dari Intel Core 2 Quad.
Pada peluncuran perdana, AMD Phenom mengeluarkan seri Phenom 9500 dan 9600. AMD Phenom 9500 memiliki kecepatan 2.2GHz, sedangkan Phenom 9600 memiliki kecepatan 2.3GHz. Menariknya dari generasi awal Phenom ini adalah bagi kita yang memiliki prosesor Athlon X2 4XXX, 5XXX, dan 6XXX tidak perlu mengganti motherboard, karena Phenom 9500 dan 9600 menggunakan Socket AM2.
Phenom 9500 memiliki fitur : Multi-Core Technology , yaitu empat prosesor mandiri yang bekerja secara bersama-sama secara halus, dan lebih cepat walaupun sedangkan menjalankan program maupun game yang kompleks. HyperTransport® 3.0 Technology, agar tampilan gambar lebih tajam dan cerah ketika sedang melihat foto maupun film dengan system yang tinggi tampa memperlambat komputer. Cool ‘N’ Quiet 2.0 Technology , yang membuat desktop tetap tenang dan tidak berisik. Balanced Smart Cache , yang membuat keempat prosesor bekerja bersama secara sistematis.
Generasi-generasi awal pada AMD Phenom ini memiliki sedikit masalah, layaknya kebanyakan produk. Generasi ini memiliki bug yang lebih dikenal dengan sebutan TLB Erratum atau TLB Bug. Masalah tersebut ada pada logika Translation Lokaside Buffer (TLB) dan L3 chace yang digunakan pada prosesor yang memiliki stepping B2. Hal-hal ini dapat mengakibatkan korupsi data, dan bisa-bisa computer menjadi hang.
Walau pada desktop, hal tersebut jarang terjadi, namun AMD telah menyertakan solusi pada masalah tersebut. AMD member solusi melalui perbaikan via BIOS Motherboard. Dengan menggunakan BIOS yang memiliki “tambalan” ini, masalah bug dapat teratasi, namun kinerja prosesor berkurang 10% – 15%.
Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, AMD memiliki kans untuk menjadi prosesor nomor satu di dunia, dengan mengoreksi produknya pada generasi-generasi berikutnya. Pada kuartal pertama tahun 2008 (sekitar bulan Februari), AMD Phenom sudah berbenah diri. AMD Phenom sudah tidak lagi mengeluarkan prosesor dengan stepping B2, melainkan sudah mengeluarkan semua varian Phenom dengan prosesor yang memiliki stepping B3. Pada prosesor ini, sudah tidak ditemukan lagi adanya TLB Bug, sehingga kineja prosesor bisa mencapai hasil yang sangat maksimal.
Pada generasi awal tersebut, Phenom 9600 masih tertinggal sedikit dengan Core 2 Extreme Q9700, dengan perbandingan sekitar 4 : 5.
Pada bulan April 2008 AMD Phenom mengeluarkan jenis baru. Jenis ini masih dibawah X4, namun diatas X2, yaitu AMD Phenom Triple Core Series. Prosesor ini terdiri dari tiga inti prosesor mandiri yang bekerja bersama-sama. Seri yang terkenal pada jenis ini adalah Phenom 8800.
Dalam waktu kurang dari setahun, AMD mengeluarkan versi kedua dari Phenom, yaitu Phenom II.Di versi ini, AMD mengalami banyak perubahan yang signifikan. Salah satunya Phenom II adalah prosesor ber-empat inti yang berbasis 45nm desktop prosesor. Dengan menjadi 45nm, maka Phenom II bekerja dengan tanpa suhu yang setinggi Phenom versi pertama. Perubahan lain, ada pada platform yang diberikan AMD untuk menemani Phenom II. Platform baru itu diberi code name ‘Dragon’. Dragon adalah platform baru milik AMD yang isinya perpaduan antara Phenom II dan ATI Radeon HD 4800 graphics card. Selain itu, berbarengan dengan munculnya Phenom II, AMD juga mengeluarkan AMD 7 Series chipset, untuk meningkatkan performa Dragon itu sendiri.
Peluncuran pertama AMD Phenom II adalah jenis 3GHz AMD Phenom II X4 940 Black Edition dan 2.8GHz AMD Phenom II X4 920. Di pasaran harga keduanya dibawah 250$.
Disunting dari berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar